Akhir-akhir ini sedang hangat berita tentang kemacetan ibukota Jakarta, bahkan diprediksi beberapa tahun yang akan datang Jakarta akan lu
mpuh. Banyak usaha yang dilakukan untuk mengatasi hal ini, mulai dari wacana pembatasan kendaraan bermotor pada jalan-jalan tertentu sampai wacana pemindahan ibukota ke luar Jawa.
Saya merasakan bagaimana padatnya lalu-lintas ibukota, menggunakan motor ataupun mobil sama saja hampir dipastikan pada saat jam sibuk kecepatan kendaraan tidak lebih dari 40 Km/Jam bahkan sering kali parkir dijalan saking tidak bergeraknya.
Kadang saya menggunakan angkutan umum TransJakarta, jalanan memang bisa lebih lancar karena angkutan ini memiliki jalur khusus. Namun sangat disayangkan sarana ini kurang terawat dan armadanya pun bisa dibilang kurang pada saat jam-jam sibuk, seharusnya pengelola dapat menganalisa apa saja kebutuhan yang harus ditingkatkan demi peningkatan pelayanan sarana transportasi ini. Selain kurangnya sarana transportasi umum yang memadai agar masyarakat mau beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke sarana transportasi umum yang nantinya dapat mengurangi kemacetan, sungguh disayangkan kurang disiplinnya masyarakat dimana kita kurang menerapkan budaya antri dan budaya tertib.
Masalah kesemrawutan ibukota kita ini sungguh kompleks, bukan hanya sarana dan prasarana yang harus diperbaiki namun yang lebih penting adalah penanaman nilai-nilai dan budaya disiplin pada masyarakat.

Aug 12, 2010 @ 23:53:05
Makanya pindah ke Bandung aja om
Adem
Dingin
Ga Macet
Tenang
Ah pokokna mah enakeun
Aug 13, 2010 @ 13:37:00
makanya tiap minggu ane pulang k bandung om..
gowes malam yu ah..
sambil kita bagi makanan sahur